Doa merupakan salah satu praktik spiritual yang
ditemukan dalam berbagai tradisi agama dan kepercayaan di seluruh dunia. Pada
dasarnya, doa adalah bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Melalui
doa, manusia dapat mengungkapkan pujian, permohonan, dan syukur yang diyakini
memiliki kekuatan dan kendali atas kehidupan. Dalam banyak tradisi, doa
dipandang sebagai sarana untuk memohon pertolongan, perlindungan, atau berkah
dari Tuhan. Selain itu, doa juga sering digunakan untuk memohon ampunan, penyembuhan,
atau kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup. Bentuk dan cara berdoa sangat
beragam, tergantung pada tradisi dan keyakinan masing-masing. Doa dapat
diucapkan secara lisan, tulisan, atau dilakukan melalui gerakan dan tindakan
tertentu. Dalam beberapa tradisi, doa sering kali diiringi dengan musik,
nyanyian, atau penggunaan benda-benda simbolik. Secara umum, doa dipandang
sebagai sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.
Penerapan doa diyakini memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mental,
emosional, dan spiritual, baik secara individu maupun dalam komunitas. Dalam
komunitas, doa memiliki peran untuk mempererat ikatan sosial, membangun rasa
kebersamaan, dan memperkuat identitas kelompok. Dalam konteks akademik, doa menjadi salah satu
cara untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan, seperti Ujian Akhir
Semester (UAS). Departemen Agama HMP Pendidikan Fisika FMIPA UNESA, misalnya,
berinisiatif mengadakan kegiatan doa bersama sebanyak dua kali. Doa pertama
dilakukan untuk persiapan Ujian Tengah Semester (UTS) pada Kamis, 23 Mei 2024, dan doa kedua
dilakukan untuk persiapan
UAS pada Minggu, 15 Desember 2024. Dalam pelaksanaan doa ini,
disediakan ruangan yang berbeda untuk umat beragama Islam dan Kristen, sehingga
setiap mahasiswa dapat menjalankan doa sesuai keyakinannya. Kegiatan doa ini
memiliki beberapa tujuan, seperti memohon pertolongan dan kelancaran kepada
Tuhan, menyampaikan niat baik dengan keikhlasan, serta mengingatkan bahwa ujian hanyalah
salah satu bagian kecil dari
ujian kehidupan yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk
mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa.

Doa bersama ini diharapkan memberikan manfaat nyata, baik secara individu
maupun sosial. Mahasiswa dapat
merasa lebih tenang, fokus, dan percaya diri dalam menghadapi ujian. Doa juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menjaga niat baik dan ketenangan dalam
menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, kegiatan ini dapat membantu
mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan antar mahasiswa, menciptakan
lingkungan yang harmonis dan mendukung. Penelitian menunjukkan bahwa berdoa
sebelum ujian dapat membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan konsentrasi,
dan menguatkan motivasi belajar. Dengan demikian, doa tidak hanya memiliki
dimensi spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan
sehari-hari, khususnya dalam mendukung kesejahteraan individu dan komunitas.
Scroll to Top